Kalau Suara Rakyat Diambil, Anak Muda Harus Bergerak
03 Feb 2026
Admin DPC
Probolinggo – Demokrasi bukan sekadar prosedur lima tahunan, tapi soal siapa yang memegang kendali atas masa depan. Dalam Rakorcab PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, ditegaskan sikap partai yang menolak Pilkada dipilih atau diwakili oleh DPR karena hal tersebut mengurangi hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri.
Rakorcab yang digelar siang ini juga dihadiri oleh Korwil dan Pengampu Dapil 3 DPD PDI Perjuangan, Bung Andri Wahyudi dan Mbak Qintharra Ulya Yassifa. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa gerak konsolidasi Musancab dan Musran berjalan serius, terarah, dan terkoordinasi dari tingkat DPD hingga DPC.
PDI Perjuangan meyakini, ketika ruang demokrasi menyempit, anak muda tidak boleh diam. Kritik itu penting, tapi keberanian untuk terlibat jauh lebih menentukan. Karena itu, PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo mengajak Generasi Z dan Milenial untuk ikut menjaga demokrasi dari dalam partai.
Ajakan ini bukan sekadar retorika. Di Probolinggo, ruang bagi anak muda sudah terbukti nyata. Dari 7 kursi Fraksi PDI Perjuangan di DPRD, 6 diisi oleh kader milenial. Struktur DPC pun didominasi oleh generasi muda yang aktif, progresif, dan dekat dengan denyut masyarakat.
Melalui penjaringan struktur PAC dan Ranting, PDI Perjuangan membuka lebar kesempatan bagi kalangan milenial untuk turun langsung ke akar rumput mengubah gagasan menjadi gerakan, dan kepedulian menjadi kerja nyata.
Tahapan penjaringan ini akan dilaksanakan pada tanggal 7–8 di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dan melibatkan KSB dari 330 Ranting se-Kabupaten Probolinggo. Proses ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus ruang tumbuh bagi kader muda untuk mengambil peran nyata dalam struktur partai.
Selanjutnya, proses akan dilanjutkan dengan pengisian pengurus PAC serta Musyawarah Ranting melalui penjaringan Ketua dan pengurus Ranting sebagai bagian dari penguatan gerakan partai dari tingkat bawah.
PDI Perjuangan tidak menuntut anak muda untuk sempurna, tetapi mengajak untuk berani. Berani masuk, berani terlibat, dan berani menjaga agar suara rakyat tidak diambil alih oleh segelintir elite.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemuda, untuk menyalurkan aspirasi politiknya bersama PDI Perjuangan melalui keterlibatan langsung dalam jalur politik kerakyatan.
Dalam sambutannya H. Anam ketua DPC menyampaikan, “10 kursi ke depan adalah bagian dari keyakinan ideologis yang diwariskan Bung Karno: “Datangkan padaku 10 pemuda, maka akan aku goncangkan dunia.” Demokrasi hanya akan hidup jika generasi mudanya berdiri di garis depan dan PDI Perjuangan siap menjadi rumah perjuangan itu.”
Rakorcab yang digelar siang ini juga dihadiri oleh Korwil dan Pengampu Dapil 3 DPD PDI Perjuangan, Bung Andri Wahyudi dan Mbak Qintharra Ulya Yassifa. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa gerak konsolidasi Musancab dan Musran berjalan serius, terarah, dan terkoordinasi dari tingkat DPD hingga DPC.
PDI Perjuangan meyakini, ketika ruang demokrasi menyempit, anak muda tidak boleh diam. Kritik itu penting, tapi keberanian untuk terlibat jauh lebih menentukan. Karena itu, PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo mengajak Generasi Z dan Milenial untuk ikut menjaga demokrasi dari dalam partai.
Ajakan ini bukan sekadar retorika. Di Probolinggo, ruang bagi anak muda sudah terbukti nyata. Dari 7 kursi Fraksi PDI Perjuangan di DPRD, 6 diisi oleh kader milenial. Struktur DPC pun didominasi oleh generasi muda yang aktif, progresif, dan dekat dengan denyut masyarakat.
Melalui penjaringan struktur PAC dan Ranting, PDI Perjuangan membuka lebar kesempatan bagi kalangan milenial untuk turun langsung ke akar rumput mengubah gagasan menjadi gerakan, dan kepedulian menjadi kerja nyata.
Tahapan penjaringan ini akan dilaksanakan pada tanggal 7–8 di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dan melibatkan KSB dari 330 Ranting se-Kabupaten Probolinggo. Proses ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus ruang tumbuh bagi kader muda untuk mengambil peran nyata dalam struktur partai.
Selanjutnya, proses akan dilanjutkan dengan pengisian pengurus PAC serta Musyawarah Ranting melalui penjaringan Ketua dan pengurus Ranting sebagai bagian dari penguatan gerakan partai dari tingkat bawah.
PDI Perjuangan tidak menuntut anak muda untuk sempurna, tetapi mengajak untuk berani. Berani masuk, berani terlibat, dan berani menjaga agar suara rakyat tidak diambil alih oleh segelintir elite.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemuda, untuk menyalurkan aspirasi politiknya bersama PDI Perjuangan melalui keterlibatan langsung dalam jalur politik kerakyatan.
Dalam sambutannya H. Anam ketua DPC menyampaikan, “10 kursi ke depan adalah bagian dari keyakinan ideologis yang diwariskan Bung Karno: “Datangkan padaku 10 pemuda, maka akan aku goncangkan dunia.” Demokrasi hanya akan hidup jika generasi mudanya berdiri di garis depan dan PDI Perjuangan siap menjadi rumah perjuangan itu.”